Skip to main content

Posts

Kerusi Kapten

Gratiagusti: Penyair Yang Tidak Boleh Tidur Malam

"Aku sangat mencintai malam," ujar pencerita di permulaan sebuah cerpen karangan Guy de Maupassant. Orang ini merasa lelah dan bosan pada siang hari. Hanya apabila matahari terbenam, dan burung hantu menggelintar di angkasa, dia kembali bertenaga dan melihat malam dengan genangan mata seorang kekasih. Marguerite Duras pernah kata "kemandirian bukan sesuatu yang dicari, ia harus diciptakan." Tetapi Duras bukan seorang pengarang nokturnal, dia bukan seorang pejalan kaki. Dia menulis pun dari dalam sebuah bilik yang menghadap taman dan kolam yang berkaca-kaca airnya. Duras mengambil masa dua puluh tahun nak menggambarkan pemandangan di luar jendela biliknya. Terlalu lama menurut saya. Kegilaan ini tidak mungkin berlaku kepada seorang pejalan kaki. Daripada terkurung di dalam bilik, lebih baik keluar malam dan berjalan ke mana-mana seperti pencerita Maupassant.

Gratiagusti Chananya Rompas ialah penyair muda dari Indonesia yang mungkin pernah atau tidak pernah berjalan…

Latest Posts

Blanchot: Malam Yang Panjang

Kesumat: Perbualan Bersama Johan Radzi

Percakapan Dalam Kamar Sapardi

Borges: Mimpi Sebuah Pembacaan

Di Manakah Objek Dalam Novel?

Novel Kedua: The Other Side

Auster: Menulis Pada Dinding

2666: Hans Reiter Berlari Ke Pantai

Dua Minggu Di Melaka

Mendewakan Gergasi